Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Pilu Nenek Pemetik Cabe Matanya Kena Tumor Ganas Tak Ada Uang Buat Operasi

Sebuah kisah memilukan kembali harus dirasakan salah seorang nenek. Nenek bernama Saginah harus menjalani hari-hari dengan kondisi memprihatinkan. Mata nenek Saginah terserang tumor ganas.

Kekhawatiran tidak bisa melihat dengan kedua matanya selalu menghantui perasaan nenek Saginah. Hanya bermodalkan menjadi seorang pemetik cabe tak membuatnya mampu untuk mengumpulkan uang guna melakukan operasi.

Sedangkan dokter mengatakan bahwa jalan satu-satunya yang bisa dilakukan agar menyelamatkan mata dari nenek Saginah adalah operasi. Berikut ulasan kisah pilu nenek Saginah.

Dihantui Rasa Khawatir dan Cemas

Nenek Saginah (65) terpaksa harus menjalani kisah pilunya lantaran mengidap tumor mata. Hal tersebut sontak membuatnya dihantui rasa khawatir dan cemas apabila pada akhirnya kedua matanya tidak dapat ia gunakan melihat lagi.

"Sampai sekarang tumor di mata saya udah makin melebar, nutupin kelopak mata kanan saya, sekarang hanya bisa melihat dengan satu mata. Mata saya terasa perih dan panas, belum lagi kalo mulai keluar cairan kuning. Saya takut sekali kalau tumornya menjalar ke mata kiri saya. Nanti saya jadi nggak bisa melihat lagi," ujar nenek Saginah seperti dikutip dari Kitabisa.

9 Tahun Tak Mampu Kumpulkan Biaya Operasi

Lebih lanjut, nenek Saginah menceritakan bahwa penyakit yang dideritanya kini hanya bisa diatasi dengan cara operasi. Namun, hanya berbekal menjadi seorang pemetik cabai tak mampu membuatnya mengumpulkan uang guna melakukan operasi, sekalipun sudah 9 tahun lamanya.

"Kata dokter, jalan satu-satunya cuma operasi, tapi sebagai buruh petik cabe, upah saya hanya cukup untuk sehari-hari. Bahkan setelah 9 tahun pun belum terkumpul biayanya," lanjut nenek Saginah.

Luka Keluar Caran Nanah Saat Bekerja

Begitu menyedihkan, kadangkala saat nenek Sagina sedang bekerja memetik cabai, lukanya tiba-tiba mengeluarkan cairan nanah. Sehingga harus membuatnya untuk istirahat.

Seperti dilansir dari Kitabisa, hal tersebut juga memungkinkan nenek Saginah agar pulang lebih awal dari pekerjaannya dan membuatnya mendapatkan upah hanya setengah hari saja. Pada 9 tahun yang lalu, ia memang sempat menjalani operasi namun ternyata masih menyisakan akar tumor yang hingga kini menjalar.

Anak Terserang Stroke

Meski berada dalam kondisi begitu memprihatinkan, nenek Saginah harus tetap bekerja lantaran harus memenuhi kebutuhan hidup serta pengobatan Arifin sang anak yang kini tengah menderita stroke. Ia rela melupakan 

"Allah kasih saya cobaan lain mba, setelah suami saya meninggal, sekarang anak saya menderita stroke dan udah enggak bisa kerja lagi karena tangannya kaku. Mohon do’anya, semoga Allah, berikan rezeki supaya saya dan anak saya bisa berobat," sambungny

Tumor Hampir Menjalar ke Mata Kirinya

Perlu diketahui, tumor yang diderita oleh nenek Saginah sudah hampir menjalar ke mata sebelah kiri jika tak segera dilakukan operasi. Akan tetapi hingga saat ini dia sangat bingung mendapatkan biaya darimana dengan penghasilannya yang terkadang tak sampai Rp30 ribu.

Ia pun juga sangat khawatir lantaran jika ia sudah benar-benar kehilangan kedua matanya, siapa yang akan mengurus anaknya. Sedangkan sejak suaminya meninggal, ia hanya memiliki satu sama lain.

Sumber