Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bocah Penjual Cilok Ini Selalu Sempatkan Baca Al-Quran Bahkan Mampu Menghafal 25 Juz !

 

Jika hanya melihat sepintas saja mungkin kamu akan berpikir bahwa bocah laki-laki yang berpenampilan layaknya anak punk ini adalah anak yang setiap harinya hanya menghabiskan waktu untuk bermain. Ya, jangan pernah menilai seseorang hanya dari penampilannya saja, karena nyatanya bocah ini malah mengandalkan kemampuannya sendiri untuk hidup sehari-hari.
Bocah laki-laki ini adalah penjual pentol ataupun cilok—makanan yang terbuat dari sagu dengan bumbu kacang, di depan Rumah Sakit Ansari Saleh, Banjarmasin. Bukan bermain, bocah yang satu ini mungkin malah tak sempat untuk bermain karena setiap harinya harus berjualan cilok.
Namun bukan karena gayanya atau karena ia berjualan cilok sehingga netizen saat ini memusatkan perhatian kepadanya. Pemilik akun Facebook Masjid Hasanuddin Madjedie menjelaskan jika bocah penjual cilok itu bernama Ahmad Arifin yang usianya masih 16 tahun.
Yang istimewa dari Arifin adalah disela-sela berjualan cilok ketika azan sudah terdengar ia akan langsung meninggalkan barang dagangannya dan menunaikan salat. Tak hanya itu, sambil menunggu pembeli ia pun selalu menyempatkan diri untuk membaca Alquran.
Allahu Akbar Akbar...saat itu saya langsung terdiam dan hampir menangis.. Melihat seorang anak muda,yang berpakaiaan nya biasa biasa saja bahkan seperti pakaiaan preman dan juga seorang penjual pentol gerobak..namun ternyata Masya Allah dia penghafal Al Qur'an sudah 25 Juz dan pernah jadi santri dipondok.." tulis akun tersebut.
Bocah laki-laki yang dibilang banyak orang berpenampilan seperti preman ini ternyata adalah seorang penghafal Alquran. Arifin pun sempat tercatat sebagai santri di pondok pesantren di Sidogiri, Pasuruan.
"Ini sungguh jadi pelajaran buat kita semua..jangan pernah menilai sesorang dari luar nya saja tetapi ternyata diri nya mulia dengan Al Qur'an...Masya Allah terasa hina sekali diri ini..terasa malu diri ini bila ada di dekat anak pemuda penjual pentol ini...malu diri ini yang masih tidak bisa mampu menjadikan Al Quran di dalam hidup ini.." tambah Facebook Masjid Hasanuddin Madjedie.
Memang belum diketahui secara pasti kebenaran dari postingan tersebut. Namun hingga kini postingan tersebut telah di share ribuan kali dan mendapatkan komentar dari ratusan netizen. “Patut jadi contoh. Jangan pernah menilai orang dari tampang yang berjas juga belum tentu selalu menyempatkan diri untuk menghadap tuhannya atau membaca Alquran,” tulis pemilik akun Facebook Siti Fatiimah.