Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Erna Widyastuti, Gadis di Magetan yang Tak Malu Bantu Ibu Jadi Penyapu Jalanan

 Gadis penyapu jalanan di Magetan, Jawa Timur, kini tengah diperbincangkan publik. Namanya Erna Widyastuti. Ia mencuri perhatian setelah fotonya saat menyapu jalanan beredar di media sosial.

Foto-foto tersebut diunggah oleh Humas & Protokol Setdakab Magetan di Facebook, Sabtu (13/6). Dari unggahan diketahui, Erna berasal dari Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro. Saat ini usianya 25 tahun. Kendati demikian, ia tidak malu menjadi penyapu jalanan.

Dalam foto viral yang beredar, Erna terlihat tengah menyapu jalanan. Namun, penampilannya cukup mencuri perhatian. Ia mengenakan kaus lengan pendek berwarna hitam dan celana jeans biru yang robek di bagian lutut. Ia juga mengenakan masker warna hitam serta sandal jepit.

Rupanya hal itu dilakukan Erna demi membantu sang ibu. Ibunya Erna diketahui juga bekerja pada Dinas Lingkungan Hidup untuk menyapu sampah-sampah di jalanan kota. Ia biasa menyapu sampah di sepanjang Jalan Panglima Sudirman sampai Jalan Pandu.

Sang ibu, Sri Wahyuni, mengaku tidak pernah memaksa putrinya untuk membantunya. Ia menyebut Erna membantunya menyapu jalanan atas kemauan sendiri.

"Saya juga ndak pernah nyuruh nyapu. Tapi, anaknya sendiri yang pengin membantu saya menyapu jalan," ungkap ibu Erna, dikutip dari Facebook Humas & Protokol Setdakab Magetan.

Hal tersebut dibenarkan Erna. Ia menyebut apa yang dilakukannya itu tanpa ada paksaan atau untuk kepentingan lain. Sederhananya, ia hanya ingin agar pekerjaan sang ibu menyapu jalanan agar cepat selesai

"Saya ingin membantu ibu saya biar cepat selesai pekerjaannya," kata Erna.

Dalam foto lain terlihat Erna membantu sang ibu memunguti sampah. Mereka memasukkan dedaunan kering dan sampah di jalanan yang sudah disapu, ke dalam karung. Hal itu dilakukan Erna dan ibunya setiap hari. Keduanya bekerja dengan dua shift, pagi pukul 04.30-09.30 WIB dan siang pukul 11.30-16.30 WIB.

Banyak warganet yang memuji aksi Erna Widyastuti. Mereka menganggap bakti Erna kepada orang tua itu bisa menjadi contoh. Sebab, gadis berusia 25 tahun itu bisa mengesampingkan gengsi untuk menjadi penyapu jalanan demi membantu sang ibu