Kisah Pilu Pemuda Palestina, Panjat Tembok Demi Lihat Sang Ibu yang Tengah Dirawat di Rumah Sakit

 Seorang pemuda di Palestina rela memanjat tembok dan duduk di depan sebuah jendela untuk bisa melihat ibunya yang tengah dirawat di rumah sakit karena tertular virus corona.


Foto pemuda bernama Jihad Al Suwaiti (30) tersebut pun viral di media sosial.


Namun, pengorbanannya beberapa malam memanjat tembok untuk menemui ibunya harus berakhir pilu.

Sang ibu, Rasmi Suwaiti akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama lima hari di rumah sakit.

Selain terinfeksi virus corona, ibu Jihad juga mengidap leukimia.

Al Suwaiti nekat memanjat dinding rumah sakit karena ingin menemui ibunya.

Diketahui Al Suwaiti juga menunggui setiap malam ibunya di rumah sakit tersebut.

Seperti dilansir dari web Al Nas via Tribun Wow dalam artikel "Viral Pemuda Rela Panjat Tembok RS untuk Temani Ibunya yang Terkena Corona hingga Akhir Hayatnya".

Ibu dari Al Suwaiti diketahui merupakan orang yang terinfeksi Virus Corona dan harus menjalankan perawatan di rumah sakit karena dalam keadaan kritis.

Pemuda Palestina dari Tepi Barat itu dilaporkan memanjat tembok rumah sakit tempat ibunya dirawat setiap malam.

Akan tetap pada saat momen foto tersebut, Al Suwaiti diketahui naik untuk dinding rumah sakit tersebut untuk mengucapkan selamat jalan pada ibunya yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir karena Covid-19.

Ibu pemuda Palestina tersebut, Rasmi Suwaiti (73) diketahui telah meninggal 4 hari yang lalu pada Kamis malam (16/7/2020).

Beberapa waktu sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasmi tak menyangka mendapatkan kunjungan tak terduga.

Kunjungan tersebut berasal dari sang putra.

Walaupun tak diizinkan menemui secara langsung, anaknya nekat memanjat dinding rumah sakit.

Rasmi Suwaiti mengidap penyakit leukemia, kemudian dia dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

Dia dibawa ke Rumah Sakit Negeri Hebron dan mendapatkan perawatan selama 5 hari.

Dilansir Tribunnewswiki dari Arabic Post, Jihad Al Suwaiti mengatakan bahwa dirinya duduk di depan jendela dan tak berdaya melihat sang ibu dirawat.

"Saya duduk tak berdaya di depan jendela luar kamar unit perawatan intensif, menyaksikan ibu saya untuk terakhir kalinya," ungkapnya.

Jihad mengatakan ia ingin menemani ibunya di samping tempat tidur.

Namun, dia diberitahu kondisi ibunya sedang memburuk, jadi dia tidak diizinkan untuk masuk.

Kegiatan tersebut kini pun harus ia sudahi, lantaran tujuannya telah usai.

Sang ibu tercinta telah kembali ke pangkuan sang Ilahi.

Untuk mengucapkan selamat tinggal, dia memanjat tembok luar rumah sakit sembari duduk di depan jendela ruang kamar tempat sang ibu dirawat.

Foto yang viral memperlihatkan Jihad sedang duduk di jendela kamar rumah sakit di mana sang ibu dirawat dan menyentuh banyak hati netizen.

Di Twitter, foto dan berita tentang pemuda yang sangat sayang pada ibunya itu juga dibagikan oleh CEO sekaligus perwakilan Patriotic Vision (PVA) untuk Amerika Serikat (AS) Mohamad Safa.

Menurut Safa, Jihad tak hanya hadir sekali di malam ketika ibunya meninggal.

Jihad Suwaiti memanjat tembok rumah sakit demi bisa melihat dan menghibur ibunya setiap malam sampai ibunya meninggal dunia akibat infeksi Covid-19.

Namun, selalu memanjat tembok rumah sakit dan menyemangati ibunya setiap malam.

"Pemuda palestina itu memanjat tembok rumah sakit di mana ibunya dirawat karena Covid-19. Dia duduk di sana dan melihat ibunya setiap malam sampai ibunya meninggal dunia," tulis Safa di Twitter dan menunjukkan foto pemuda itu.

Netizen pun langsung membanjiri dengan komentar yang menyayat hati setelah membaca keterangan yang ditulis oleh Safa.

"Sungguh anak yang baik. Membuatku menangis dan membuat tenggorokanku tercekat karena cinta dan perhatian anak itu."

Netizen lainnya mengatakan aksi pemuda Palestina itu "membuat sedih tapi juga sangat menginspirasi."(*)

Sumber : surya.co.id