Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meski Hidup Seorang Diri dan Hanya Dapat Rp 3 Ribu per Hari, Abah Acim Tetap Semangat Mengais Rezeki

 

Selama ini Abah Acim hanya berjuang seorang diri.
Di masa tua, biasanya banyak orang yang lebih memilih meninggalkan dunia pekerjaan dan memilih menikmati masa senjanya dengan damai. Sayangnya, nggak sedikit orang yang beruntung merasakan hal ini termasuk seorang kakek yang akrab disapa dengan Abah Acim ini.

Hidup sebatang kara dan penuh keterbatasan, mau tak mau membuat Abah Acim harus tetap mengais rezeki meski di usianya yang lanjut dan mengidap asma.

Menjadi Pemulung
Melansir dari akun Instagram @partners_in_goodness, setiap harinya Abah Acim mencari nafkah dengan mengumpulkan gelas dan botol plastik bekas.

Tak langsung dijual, kakek berusia 79 tahun ini akan mengumpulkan lebih dulu barang yang ia dapat di rumah. Setelah satu bulan dan terkumpul cukup banyak, barua Abah Acim akan menjualnya.

Biasanya, Abah akan mendapat uang sekitar Rp. 150 - Rp. 200 ribu dari hasil penjualannya selama dua bulan atau sekitar Rp 3 ribu per hari. Dengan penghasilan yang terbatas ini, kakek ini hanya mampu membeli mie instan untuk makan sehari-hari.

Tak Ingin Meminta-minta
Abah Acim juga seringkali mengeluhkan lambungnya yang bermasalah selain juga asma yang sudah lama dideritanya.  Meski bisa dibilang hidup dalam keterbatasan, kakek asal Karawang ini mengatakan ia akan berusaha untuk tak meminta-minta.

Bagi Abah Acim, lebih baik berusaha daripada harus merepotkan orang lain. Kadang, ada saja tetangga Abah yang berbaik hati memberinya beras sehingga bisa ia gunakan sebagai pendsmping mie instan.

Mandi di Selokan
Saat ini, Abah tinggal seorang diri di RT /RW 11 Kelurahan Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Sudah berpuluh-puluh tahun, beliau hidup sebatang kara setelah bererai dengan sang istri dan tak mempunyai anak.

Rumah kakek ini pun juga bisa dikatakan jauh dari kata layak. Tak ada MCK yang bisa digunakan. Mirisnya, untuk mandi Abah Acim terpaksa menggunakan selokan yang ada dipinggir rumahnya. Listik pun Abah dapatkan dari bantuan RW setempat.

Ditipu Orang Kepercayaan
Abah Acim bercerita bahwa dulu saat dirinya masih kuat, beliau pernah merantau ke Ibukota. Penghasilannya kemudian Abah titipkan pada seseorang yang dipercayainya, sayangnya malah uang yang sudah diberikan Abah Acim dibawa kabur hingga sekarang ia tak memiliki apa-apa lagi yang tersisa.