Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah haru murid menulis di daun pisang sebagai pengganti buku tulis

 

Semua orang pasti sepakat bahwa pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dalam hidup. Ia menjadi salah satu faktor yang akan menentukan pengetahuan serta keterampilan yang akan dikuasai oleh setiap individu. Sayangnya, tak setiap orang bisa menikmati dan mengenyam bangku pendidikan formal. Masalah kemiskinan biasanya menjadi alasan utama dari hal tersebut.

Kendati demikian, problem kemiskinan rupanya tak menyurutkan semangat belajar Erlande Monter. Meski berasal dari keluarga kurang mampu, siswa Lianga National Comprehensive School di Filipina ini tetap mengusahakan apapun agar bisa menuntut ilmu.

Tidak adanya uang yang cukup guna membeli buku tulis, mendorongnya untuk berpikir kreatif. Layaknya peribahasa tak ada rotan akar pun jadi, Erlande akhirnya mengumpulkan beberapa lembar daun pisang sebagai pengganti buku tulis.

Kisah haru Erlande tersebut pertama kali diketahui dari seorang guru di sekolahnya. Guru yang bernama Arcilyn Balbin Azarcon tersebut mengunggah sejumlah potret Erlande yang sedang menulis di atas selembar daun pisang ke akun Facebook-nya.