Misteri Terjawab! Ini Penyebab Awak KRI Nanggala 402 Tak Berenang Keluar Saat Kapal Selam Tenggelam

Tanggal 21 April 2021, kapal selam KRI Nanggala 402 dilaporkan hilang kontak di perairan Bali. Kapal hilang saat puluhan awak sedang menjalani latihan peluncuran torpedo di perairan utara Pulau Dewata. Saat itu KRI Nanggala 402 yang hilang membawa 53 awak kapal dengan cadangan oksigen hanya dapat bertahan selama 72 jam. 

Kemudian muncul banyak pertanyaan mengapa awak KRI Nanggala 402 tak berenang keluar saat kapal mulai tenggelam dan mengapa juga mereka tak membuka pintu darurat untuk menyelamatkan diri? Rupanya ada alasan khusus mengapa para awak kapal KRI Nanggala 402 tidak nekat berenang keluar kapal saat kapal mulai tenggelam.

Dikutip Galamedia dari kanal Youtube Fakta Militer, Minggu (25 April 2021), jawaban untuk pertanyaan di atas adalah karena hal tersebut mustahil. Sebab kapal selam tidak memiliki pintu darurat yang bisa dibuka dengan leluasa. Pintu kapal selam jauh lebih rumit dari yang dibayangkan karena dirancang agar tidak bisa dimasuki air laut. Maka dari itu, untuk penggantinya ada kompartemen penyelamat yang tidak bisa dimasuki air karena memiliki sistem isolasi saat bagian lain kapal selam telah bocor.

Dilansir dari San Francisco Maritime National Park Association, di dalam kompartemen tersebutlah kru kapal selam menyelamatkan diri. Kesempatan mereka untuk tetap selamat juga bergantung pada kedalaman air tempat saat kapal selam berada. Bagaimana jika kru nekat keluar dari kapal di kedalaman 700 m? Hal itu akan menjadi kesalahan fatal, sebab air bisa masuk ke kapal dengan sangat cepat dan membanjiri kapal dalam hitungan detik.

Bisa saja kru kapal masih bisa menahan tekanan air yang masuk dan mencoba berenang keluar, jika kedalaman masih terbilang rendah. Seperti dilansir Schmidt Ocean Institute, tekanan hidrostatis air meningkat 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Dengan demikian tekanan udaradi kedalaman 700 meter adalah 70 atm.

Sedangkan manusia hanya dapat bertahan pada tekanan sekitar 3-4 atm. Jadi, dapat disimpulkan berenang di laut dengan kedalaman 70 atm adalah hal yang tidak mungkin bagi manusia.Rasanya setara seperti diinjak 100 ekor gajah di kepala, sebab air masuk ke dalam kapal selam kurang dari hitungan detik. 

Saat air masuk ke kapal, gendang telinga akan pecah, paru-paru termampatkan hingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, lalu setelah itu pecah.Selanjutnya diikuti hancurnya pembuluh darah dan seluruh organ tubuh. Singkatnya, membuka pintu kapal selam dan berenang keluar adalah hal yang mustahil, kecuali kapal masih berada di kedalaman dangkal.***