Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingin Bantu Orang Tua, Semangat Bocah Cilik Penjual Cilok di Sukoharjo ini Bikin Salut

Lagi-lagi warganet dibuat salut sekaligus terharu dengan semangat seorang bocah SD yang menjadi penjual cilok untuk menyambung hidup.

Kisah tersebut menjadi viral usai salah satu warganet mengunggahnya ke media sosial melalui akun Twitter @MonicaNaress pada beberapa waktu lalu.


Dalam unggahannya, akun teresebut turut membagikan video saat bocal penjual cilok itu melayani pesanannya. Diketahui bocah penjual cilok ini kerap menjajakan dagangannya di kawasan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Akun @MonicaNaress tak sengaja bertemu dengan bocah penjual cilok ini. Awalnya ia ingin memiliki sesuatu di apotek daerah setempat. Ketika sampai di apotek, ia melihat apoteker tengah membeli cilok pada bocah tersebut.

“Ku ketemu di apotek cahaya cemani . Kebetulan apotekernya lagi jajan cilok . Adeknya ngga ngetem disitu kokk , hanya lewat,” tuturnya.

Setelah selesai membeli keperluannya, ia memutuskan untuk menghampiri bocah penjual cilok tersebut. Si pengunggah sempat bertanya pada si bocah ketika sedang melayani pesanannya.

Ternyata ia masih bersekolah dan duduk di bangku kelas 6 SD. Ia tinggal di daerah Cemani, Sukoharjo, Solo. Kendati demikian, ia tidak sempat menanyakan nama dari bocah penjual cilok itu.

Namun dari informasi yang dicari olehnya, bocah tersebut diketahui berjualan demi untuk meringankan beban orang tuanya. Diketahui juga, bocah tersebut mulai berjualan sehabis pulang sekolah.

“Ketemu sama adek ‘cilok’ ,murid kelas 6 di SD Cemani. Jualan cilok setelah pulang sekolah buat bantuin orang tuanya. Lokasi jualan area Cemani” tulis akun @MonicaNaress dalam keterangan unggahan videonya.

Hingga kini video tersebut menjadi viral dan telah ditonton lebih dari 70 ribu kali dan dipenuhi berbagai komentar dari para warganet.



Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.