Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukti Cinta Orang Tua, Ayah Terobos Banjir Setinggi Dada dan Taruh Anak di Bak

 

Nyawa dan keselamatan diri rela dipertaruhkan. 

Banjir dahsyat Kalsel yang merendam hampir seluruh provinsi jadi duka mendalam bagi Indonesia. Bahkan tercatat sebanyak 256 ribu jadi korban yang terdampak banjir tersebut. Ini potret orang tua selamatkan anak saat banjir Kalsel.

Banjir dahsyat di Kalimantan Selatan (Kalsel) tak pelak membuat aktivitas warga terganggu. Bisa dibilang banjir ini bukan banjir kota melainkan banjir provinsi. 

Pasalnya, di antara 13 kabupaten dan kota, 11 terdampak banjir. Jadi 84% lebih wilayah Kalimantan Selatan yang dilanda banjir. 

Hingga kemarin (18/1), ketinggian air di beberapa daerah masih di atas 1 meter atau setinggi orang dewasa. 

Bahkan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, ada total sebanyak 256.516 jiwa yang terdampak banjir di 11 kabupaten/kota. 

Kabupaten Banjar menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan total 17.996 KK dan 72.994 jiwa. 

Kemudian disusul oleh Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 16.100 KK, 64.400 jiwa; Kabupaten Barito Kuala 13.568 KK, 28.400 jiwa; dan Kabupaten Tanah Laut 8.870 KK, 27.815 jiwa.

Berikutnya adalah Kabupaten Balangan dengan 5.699 KK, 17.501 jiwa; Kabupaten Tapin 515 KK, 1.492 jiwa; Kabupaten Hulu Sungai Utara 299 KK, 774 jiwa; Kota Banjarmasin 5.608 KK, 17.009 jiwa; Kabupaten Hulu Sungai Selatan 3.138 KK, 6.690 jiwa; Kota Banjarbaru 2.594 KK, 8.671 jiwa; dan Kabupaten Tabalong 253 KK, 770 jiwa. 

Hingga kemarin Selasa (19/01/2021), 15 korban dilaporkan telah meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 39.549 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. 

Potret terenyuh dari kondisi terkini warga terdampak banjir Kalsel pun banyak tersebar di media sosial. 

Mulai dari kondisi ketinggian banjir yang mencapai tinggi orang dewasa, lansia dalam proses evakuasi hingga potret para orang tua yang menyelamatkan anak-anaknya. 

Terlihat para orang tua dengan gagah berani menerjang banjir yang ketinggiannya mencapai dada orang dewasa. Kemudian menaruh anak dalam bak agar mengapung di genangan banjir. 

Potret ini menjadi salah satu bukti betapa cintanya orang tua pada anak. Bahkan keselamatan nyawanya sendiri pun rela dia korbankan. 

Tak hanya dalam bak, ada pula yang menaruh anaknya dalam wajan, menggendongnya di pundak, hingga meletakannya dalam lemari plastik. Masyaallah. 

Semoga bencana banjir Kalimantan Selatan ini segera berakhir, dan seluruh warga yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan untuk melalui ujian ini. 

Aamiin ya robbal alamiin.