Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lagak Preman, Tetua Desa Ancam Remaja Masjid yang Sedang Sedekah Masker: Kugas Kau Nanti!


 Pelarangan bagi-bagi masker gratis yang dilakukan sekelompok remaja masjid oleh sejumlah tetua desa di Dusun I Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Minggu pagi (21/03/2021), menuai sorotan publik.

Yang paling menjadi sorotan adalah sikap salah seorang tetua desa yang berlagak arogan seperti preman.

Ia nyaris memukul para remaja masjid yang membagi-bagikan masker saat melarang dan mengusir mereka.

Dalam video berdurasi 3 menit yang beredar di media sosial, pria itu mengenakan baju kotak-kotak warna ungu dan topi hitam.

Sejak awal video, pria itu memang berbicara lebih keras dan kasar kepada para remaja masjid dibanding tetua masjid yang lain.

"Kugas kau nanti! Sana kalian!" katanya.

Karena para pemuda itu tak menggubris dan tetap membagi-bagikan masker, pria itu makin ngamuk dan melayangkan tinju.

"Ini masjid punya umat, Bang! Masjid punya umat, Bang!" teriak salah satu pemuda saat temannya nyaris dipukul.

"Pergi kalian sana! Kutunjangkan kalian nanti!"

Para tetua desa itu tak terima para pemuda itu membagi-bagikan masker. Mereka merasa wewenang mereka "dilangkahi" oleh para anak-anak remaja masjid tersebut.

Namun sebagai dalih, mereka ngotot meminta bukti SK (surat keputusan) kepada para pemuda itu.

"Kau lucu kau. Lembaga kalian apa? Kalau dari kau, dari kau, gak masalah," ujar seorang dari anggota desa yang memakai kaos hijau merah dan topi.

"Kami sedekah ngapain pakai SK?" kata salah satu pemuda.

Di bagian akhir video, seorang pria mengenakan kaos merah, datang menasihati pemuda-pemuda itu baik-baik.

"Kalian ini dari RM (remaja masjid). Kegiatan kalian bagus. Kalau memang kau ketua RM, tunjukkan SK RM-mu," katanya.

"Semua ini ada aturan. Ada kepala dusun, ada kepala desa, ada camat," katanya lagi.

Namun, apa yang disampaikan pria itu disangkal oleh para pemuda itu.

"Kalaupun kami gak ada SK, salah kami membagi-bagikan masker?"

Pria itu berdalih bahwa apa yang dilakukan pemuda-pemuda itu sebagai bentuk tidak menghargai aparatur desa.

"Bersedekah gak perlu pakai SK. Gila jabatan kelen yang iyanya!" ujar salah seorang pemuda, kesal.

Video berdurasi 3 menit itu kini telah ramai dikomentari netizen. Aksi pria yang nyaris memukul itu menjadi fokus netizen.