Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjuangan Ayah dan Anak Haji Naik Motor dari Indonesia ke Tanah Suci, Lewat 10 Negara dalam 8 Bulan

 

Kisah perjuangan seorang ayah dan anaknya haji naik motor hingga ke tanah suci, lewati 10 negara dalam 8 bulan.

Ibadah haji merupakan sebuah kewajiban yang bagi muslim yang mampu.

Maka dari itu, banyak umat muslim yang berusaha untuk menunaikan kewajiban ibadah haji tersebut.

Banyak usaha dan perjuangan yang dilakukan demi bisa berangkat haji ke tanah suci.

Meski demikian, di Indonesia untuk mendaftar haji harus antri selama bertahun-tahun.

Bahkan antrian tunggu di Indonesia bisa sampai 18 tahun lamanya.

Namun ternyata ada kisah unik berhaji tanpa harus menunggu.

Kisah tersebut menjadi viral karena orang tersebut berangkat haji dengan naik motor hingga ke tanah suci.

Demi ibadah haji ke tanah suci, seorang pria bernama Lilik Gunawan ini mengendarai motornya dengan anak laki-lakinya yang masih kecil.

Kisah tersebut dibagikan oleh akun Instagram @sahabatsurga, Rabu (1/1/2019).

Bapak yang memiliki tekad luar biasa tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Merangin, Jambi.

Untuk sampai tanah suci, ia menempuh perjalanan dari Indonesia selama 8 bulan lamanya.

Kini keduanya tiba dengan selamat di Tanah Suci setelah melintasi 10 Negara dan menempuh jarak 20.000 KM.

Diketahui ia mengajak anaknya yang bernama Balda karena kelak dirinya menginginkan anaknya menjadi sosok tangguh yang suka berpetualang.

Lilik bertolak dari rumahnya di Tabir Selatan pada 8 Mei 2019.

Istri dan dua putrinya sudah rela dan dibekali nafkah untuk melepaskan sang ayah mewujudkan cita-cita ekspedisi darat ke Tanah Suci.

Kisah Lilik, Anggota DPRD Merangin yang Naik Haji Pakai Motor Bersama Anaknya yang Baru Berusia 4 Tahun (Grid)

Berikut adalah kisah dari Lilik Gunawan yang berhaji dengan naik motor dari Indonesia:

Lilik Gunawan punya cita-cita besar bisa berhaji.

Pria asal Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi ini mewujudkannya dengan cara unik.

Ia berangkat ke Tanah Suci dengan sepeda motor, menempuh perjalanan darat dari Indonesia ke Arab Saudi.

Lilik tak sendiri. Ia menunggangi N-Max dengan membonceng anak bungsunya Balda. Lilik sengaja membawa Balda karena dia satu-satunya anak laki-lakinya. Dua lagi buah hatinya perempuan.

Lilik ingin kelak ketika besar nanti Balda menjadi petualang, seperti dirinya yang sosok pecinta alam dan suka naik gunung atau ekspedisi. .

Lilik bertolak dari rumahnya di Tabir Selatan pada 8 Mei 2019.

Istri dan dua putrinya sudah rela dan dibekali nafkah untuk melepaskan sang ayah mewujudkan cita-cita ekspedisi darat ke Tanah Suci.

Dari Merangin, mereka tancap gas hingga ke ujung Lampung lalu menyeberang ke Pulau Jawa melintasi Solo, Magetan kemudian Surabaya.

Dari Kota Pahlawan, Lilik dan Balda naik kapal laut menyeberang ke Kalimantan. Kapal bersandar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lilik melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya sampai Pontianak kemudian menuju Singkawang hingga ke Sambas, Kalimantan Barat, hingga perbatasan Malaysia-Indonesia.

Lilik kembali melanjutkan perjalanan di Malaysia, masuk kawasan Brunei Darussalam lewat border Sungai Tujuh dan lewat Kuala Belait.

Indonesia, Malaysia, Brunei dan selanjutnya ke Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Iran, UEA, Oman dan Arab Saudi.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel saat dikonfirmasi Rabu (31/12/) menuturkan, ada tujuan besar yang ingin diwujudkan Lilik setibanya di Arab Saudi.

Kisah perjuangan seorang ayah dan anaknya haji naik motor hingga ke tanah suci, lewati 10 negara dalam 8 bulan.

"Lilik ingin pergi ke Madinah al-Munawwarah, untuk melepas kerinduannya kepada Nabi Muhammad SAW," kata Dubes Agus.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel bersama Lilik dan putranya Balda (4), di KBRI Riyadh. (Dok.Istimewa)

Duta Besar Sambut Lilik Gunawan

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel saat dikonfirmasi Rabu (31/12/) menuturkan, ada tujuan besar yang ingin diwujudkan Lilik setibanya di Arab Saudi.

"Lilik ingin pergi ke Madinah al-Munawwarah, untuk melepas kerinduannya kepada Nabi Muhammad SAW," kata Dubes Agus.

Kedatangan Lilik dan Balda ke Arab Saudi, disambut KBRI Riyadh serta para WNI dalam acara “International Migrant Day”.

Nantinya, kisah perjalanan menuju tempat suci umat Islam itu akan diabadikannya Lilik.

Ia berniat menulis sebuah buku berjudul "Ride for Mom, Perjalananan Demi Sang Ibu".