Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dono, Kasino, Indro: Legenda yang Dilindungi Undang-Undang

Jakarta - Warkop DKI merupakan grup lawak yang membuat nama Dono, Kasino dan Indro jadi legenda. Tiba-tiba ada grup yang muncul dengan nama Warkopi.

Warkopi beranggotakan Sepriadi Chaniago (disebut mirip Dono), Alfred Dimas Kusnandi (disebut mirip Kasino), dan Alfin Dwi Krisnandi (disebut mirip Indro).

Salah satu video yang viral adalah ketika mereka bertiga sedang berjalan membelakangi kamera. Ketika berbalik dan menurunkan masker, wajah mereka disebut mirip dengan Dono, Kasino, dan Indro.

Para personel Warkopi dianggap punya wajah yang mirip dengan ketiga legenda tersebut. Promosinya masif, membuat sketsa di berbagai platform media sosial bahkan tampil di televisi.

Gara-gara itu juga Lembaga Warkop DKI muncul menyentil mereka. Indro Warkop cuma menyebut masalah etika tentang kehadiran Warkopi.

"Masalahnya etika. Kami mempunyai sesuatu yang dikenal dengan nama Dono, Kasino, Indro, dan kami dilindungi undang-undang," ujar Indro Warkop melalui jumpa pers virtual.

"Jadi, bukan masalah yang mereka bawakan, karena itu urusannya dengan konten, bukan dengan kami tetapi mereka seolah-olah menjadi grup kami, berakting seolah kami."

Indro Warkop mengaku menunggu niat baik dari Warkopi. Ia juga sudah siap untuk membuka pintu berbicara dengan Warkopi.

Pada 24 Agustus 2021, pihak Patria TV yang menaungi Warkopi memang telah meminta izin untuk bertemu manajemen Indro secara langsung. Namun, saat itu, pihak Indro Warkop DKI meminta agar Warkopi dan Patria TV mengirimkan surat elektronik (surel).

Ternyata sebelum surel dikirimkan pada Indro Warkop, Warkopi sudah hadir di muka publik. Surel baru dikirimkan setelah mereka tampil di layar kaca.

Pada 17 September 2021 pihak Patria TV dan Warkopi kembali mengirimkan email dan tetap ingin bertemu. Namun hingga sampai saat itu, mereka belum meminta izin dan menurunkan materi.

"Ayo kita ngomong kalau mau ngomong, tetapi sebelumnya menunjukkan niat baik, baru kita ngomong," tegas Indro Warkop.

Ketua Lembaga Warkop DKI, Hana Sukmaningsih, menyebut seharusnya Warkopi mengantongi izin terlebih dahulu sebelum tampil di televisi atau tempat lain yang bersifat publik.

"Paparan dari sisi lembaga Warkop DKI, ini penting. Di sini lembaga menghormati Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Terdapat 3 orang mirip Warkop, di mana mereka memerankan dan menamakan Warkopi, dan tampil di sisi nasional dengan nama DKI," ujar Hana.

Indro Warkop mengaku tak mau membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Ia pun kembali berbicara tentang etika.

"Ada pro kontra. Saya mungkin tidak sejauh itu berpikirnya. Ini negara demokrasi. Tapi celakanya kita berhadapan dengan hukum. Ada konsekuensinya yang sebetulnya ingin kita teruskan. Banyak hal yang kita pikirkan, ketidaktahuan, dan ketidakpedulian. Saya nggak pengin ke hukum. Saya ingin berbicara etika. Suatu saat ada yang mirip saya, dan mereka minta izin, saya izinin," tegas Indro Warkop.

Sementara, pihak Warkopi yang diwakilkan Bang Kums, memberikan penjelasan kepada detikcom. Dia menyebut pihak manajemen Warkopi sudah berkomunikasi dengan tim Warkop DKI dan Indro Warkop.

"Ya alhamdulillah dari pihak manajemen baik-baik saja, secara komunikasi. Dari awal Agustus sudah via zoom sama orang kepercayaan Om Indro, yaitu Om Frans," kata Bang Kums, salah satu pihak manajemen Warkopi saat dihubungi melalui telepon.

"Sampai saat ini kita masih surat menyurat dengan Mba Hana sebagai Ketua Lembaga Wakop DKI. Dari surat sendiri belum ada tanggapan sejauh itu, hanya untuk bermusyawarah secara kekeluargaan, menjadwalkan pertemuan," sambung Bang Kums.

Warkopi menegaskan, mereka berharap bisa secepatnya bertemu dengan Indro Warkop dan keluarga Warkop DKI lainnya. Itu sudah menjadi niat awal dari Warkopi.

"Namanya media sosial (jadi banyak argumen), manajemen kami beritikad baik dari awal. Mungkin waktunya belum tepat," ungkapnya.