Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berawal dari Guyonan, Balita ini Renggut Nyawa Adiknya yang Masih Bayi. Hati-hati Kalau Bercanda, Ya! Pelajaran Untuk Orang Tua

Kebahagiaan memang bisa datang dari mana saja. Bahkan candaan atau jokes receh saja bisa bikin kita ngakak dan nggak berhenti ketawa. Semudah itu sebenarnya untuk bikin mood kita bagus. Nggak cuma melempar candaan-candaan lucu, tapi ada juga yang bahagia ketika berinteraksi dengan anak-anak, terutama balita.



Mereka yang lucu, apalagi masih belum bisa apa-apa, memang menggemaskan dan bisadiuyel-uyel. Sedangkan yang balita bisa diisengi karena mereka masih belum mengerti apa-apa. Nggak sedikit di antara kita yang memang doyan mengisengi anak-anak ini dengan bercanda atau menirukan sesuatu. Namun nggak semua candaan kita dengan anak-anak  bisa ditolerir lho, mengingat mereka masih lugu dan sangat polos. Seperti kejadian yang satu ini. Berawal dari bercanda, seorang balita nggak sengaja membunuh adiknya.


SEORANG WARGANET MEMBAGIKAN CERITA TENTANG KEJADIAN MEMILUKAN YANG DIALAMI OLEH SEBUAH KELUARGA

Berita tersebut tentu saja menyayat hati, terutama bagi para orang tua. Dan nyatanya, nggak cuma sekali itu saja kejadian yang diakibatkan oleh candaan tersebut terjadi. Beberapa warganet lain juga membagikan cerita mereka. Bahkan ada yang pernah mengalaminya sendiri. Hal tersebut terjadi karena sang kakak merasa cemburu pada adiknya yang baru lahir. Mereka yang masih polos tersebut tentu nggak bakal mengerti kalau perbuatannya bisa menghilangkan nyawa seseorang, terlebih bayi. Dan penyebab anak-anak ini cemburu tentu salah satunya karena ada omongan dari orang-orang sekitarnya bahwa nanti ia nggak bakal disayang lagi karena sudah ada sang adik yang akan menggantikan posisinya.



Kemudian yang nggak kalah menyedihkannya …

ANAK-ANAK TENTU NGGAK BISA MEMBEDAKAN MANA YANG CANDAAN ATAU NGGAK, MEREKA PERCAYA SAJA DENGAN APA YANG IA DENGAR. JADI SUDAH KEWAJIBAN KITA BUAT NGGAK MELAKUKAN INI LAGI, MESKI CUMA BERCANDA
TERNYATA NGGAK CUMA SEKALI INSIDEN INI TERJADI, BEBERAPA WARGANET LAIN JUGA MEMBAGIKAN PENGALAMAN MEREKA KARENA ULAH BERCANDAAN TERSEBUT



Kita kerap kali lupa bahwa bercanda kita nggak sesuai pada tempatnya. Entah karena memang iseng belaka, atau memang nggak peduli dengan siapa kita bercanda, dampak yang diakibatkan kadang ngga main-main. Mulai dari ada yang sakit hati karena tersinggung, sampai ada korban meninggal seperti ini. Mirisnya, hingga kini masih ada di antara kita atau lingkungan kita yang bercanda sejauh itu pada anak-anak.

Memang maksudnya hanya menggoda sang anak, tapi nggak jarang hal tersebut dipercaya oleh sang anak sendiri sehingga ia nggak terima dengan keberadaan sang adik. Dan ketika orang tua lengah, mereka pun mulai melampiaskan rasa kesal mereka karena benar-benar merasa kalau akan digantikan oleh sang adik. Kita lupa kalau mereka itu sangat polos dan lugu. Masih belum bisa membedakan mana yang bercanda dan serius.

Seperti kata Mega Wati dalam unggahannya:

Sebaik apapun kamu, kalau mulutmu berbisa, kamu bukan orang baik. If you cannot say something good, then please don’t say anything at all.

Jadi, yuk, mulai sekarang semakin dijaga omongannya, termasuk yang katanya bersifat bercanda itu


sumber : hipwee.com