Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Rusmawati Wanita 60 Tahun Mengajar Ngaji, Mata Alami Kebutaan, 2 Putranya Terbelakang Mental

 


Sungguh tidak mengenakkan hidup Rusmawati (60), guru mengaji di desa Padang Tepong, kecamatan Ulu Musi kabupaten Empat Lawang ini telah 4 bulan lebih mengalami kebutaan akibat penyakit katarak.

Tidak hanya kehilangan penglihatan, di usia senjanya Rusmawati juga harus menghidupi dua anak laki-lakinya Doni (35) dan Engga (40) yang mengidap keterbelakangan mental.

Semenjak mengalami kebutaan sehari-harinya Nenek Rusmawati menghabiskan waktu di atas kasur yang ada di ruang tengah gubuk reotnya dan tidak bisa kemana-mana lagi.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-harinya acap kali Nek Rusmawati mendapatkan bantuan dari para tetangganya.

"Sudah 4 bulan lebih Nek Wati buta jadi beliau tidak bisa lagi mengajar ngaji, terus kalau mau makam ataupun minum biasanya kami bantu secara bergantian", ujar Mira (28) salah satu tetangga korban.

Nek Wati juga menuturkan dirinya bersama anak-anaknya sudah 6 tahun ditinggal meninggal suaminya. Anak perempuan tertuanya Melda (45) sudah lama tidak pulang karena memang hidup mengikuti suaminya di Tebing Tinggi, Empat Lawang.

"Suami saya telah meninggal 6 tahun yang lalu sedangkan anak tertua saya telah menikah dan hidup bersama suaminya di Tebing Tingg," tutur Nek Wati, Sabtu (6/3/2021).

Nek Wati juga menambahkan dirinya masih mempunyai keinginaan kuat untuk bisa mengajar ngaji lagi, karena Nek Wati merasa masih mampu dan kuat untuk beraktivitas hanya saja memang penghlihatan sudah benar-benar tidak ada lagi karena penyakit Katarak.

"Tentu saja saya ingin bisa melihat lagi biar bisa bersih-bersih rumah, mengurus dua anak saya yang cacat dan tentu kembali mengajar ngaji. Saya berharap busa segera dioperasi agar kemudian bisa melihat kembali", Ungkap Nek Wati.

Memang setiap niat dan hal baik pasti akan mendapatkan jawaban dan hasil yang baik pula, di hari yang sama jajaran Polres Empat Lawang yang dipimpin oleh Wahyu datang dan menyambangi kediaman Nek Wati untuk melihat secara langsung keadaan Nek Wati.

Pada kunjungan tersebut Wahyu menyalurkan bantuan yang datang dari Polda Provinsi Sumatera Selatan melalui Polres Kabupaten Empat Lawang di antaranya Operasi Katarak, Bedah Rumah, dan masih banyak lagi jenis bantuan lainnya untuk Nek Wati.

"Kami begitu kagum dengan semangat beliau terutama untuk semangat dan dedikasinya pada lingkungan yakni dengan mengajar gaji, oleh sebab itu Kami dari kepolisian atas izin dari bapak Kapolda Sumatera Selatan insyaallah siap memberikan bantuan berupa operasi katarak dan bedah rumah," tutup Wahyu.