Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berjuang Hidupi 3 Anak Yatim, Nenek Ini Cari Rongsokan Jalan 10 Kilometer Demi Sesuap Nasi

Semoga selalu dilancarkan rezeki untuk mereka.

Menjadi tulang punggung keluarga di usia yang sudah senja tentu bukanlah hal yang muda untuk dilakukan. Namun, nenek berikut ini harus berjuang untuk menghidupi tiga cucunya dan juga saudaranya yang sudah lanjut usia.

Dilansir dari laman donasionline.id, beliau adalah Nenek Rosidah yang kini usianya sudah mencapai 69 tahun. Sudah enam tahun lamanya, beliau mengurus 3 cucunya karena ibu mereka telah meninggal 8 tahun yang lalu karena penyakit asam lambung.

Ayah mereka yang bernama Suryaman pun kini merantau ke Medan dan di sana dia bekerja serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan. Oleh sebab itu, sesekali dia hanya bisa mengirimkan uang dalam jumlah yang tak terlalu besar untuk anak-anaknya tersebut.

Karena uang tersebut tak cukup untuk kebutuhan hidup cucu-cucunya, Nenek Rosidah lah yang harus banting tulang mencari uang untuk menghidupi keluarganya ini. Beliau biasanya mencari barang rongsokan untuk mendapatkan uang di mana nenek berangkat pagi dan pulang hingga petang.

Beliau mencari rongsokan ditemani oleh salah satu cucunya yang bernama Ayu. Keduanya berusaha mendorong gerobak yang digunakan untuk membawa barang rongsokan yang mereka dapatkan. Mereka pun terkadang harus berjalan hingga 10 kilometer untuk mencari rongsokan.

Cucu-cucunya yang lain pun membantu beliau mengerjakan hal lain di rumah. Sangat disayangkan, semua cucu beliau ini tak ada yang bersekolah saat ini karena Nenek Rosidah tak mempunyai uang untuk biaya sekolah mereka karena untuk sehari-hari saja sudah pas-pasan.

Beliau mengatakan bahwa cucunya yang pertama tak mau sekolah lagi karena dia sudah remaja dan ingin membantu beliau di rumah saja. Sedangkan, cucunya yang kedua pun juga tak mau sekolah karena dia merasa malu pada temannya. Hal ini diakibatkan karena sudah dua tahun pendengarannya terganggu. Cucunya yang ketiga sempat beliau sekolahkan, tetapi karena pandemi kini dia pun fokus untuk membantu beliau di rumah saja.

Dulu, Nenek Rosidah bisa rutin mencari barang rongsokan, tetapi kini beliau hanya bisa bekerja dua sampai tiga kali dalam seminggu karena penyakit asam urat yang beliau rasakan. Beliau pun hanya mendapatkan sedikit uang dari mencari rongsokan tersebut.

Kalau sedang banyak, beliau bisa mendapatkan uang sampai Rp50 ribu tetapi kalau beliau hanya bisa mengumpulkan sedikit rongsokan, nenek hanya akan mendapatkan Rp20 ribu saja. Tentulah jumlah tersebut jauh dari kata cukup untuk menghidupi 3 cucu dan saudaranya yang sudah lanjut usia.