Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Bocah Manusia Silver Menangis Lantaran Dipaksa Mengamen oleh Ayahnya

Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan bocah menangis.

Bocah itu menangia diduga karena dipaksa bekerja menjadi manusia silver oleh ayah.

Viralnya video itu bermula dari unggahan akun Instagram @medantalk, Rabu (21/4/2021).

“Adek ini dipaksa ngamen sama bapaknya yang pakai jaket jalan di depannya,” tulis akun itu.

Dalam video tersebut, terlihat anak kecil yang seluruh tubuhnya sudah dicat warna silver.

Bocah perempuan itu menangis di pinggir jalan dan menjadi perhatian warga sekitar.

Sambil menangis, bocah silver itu lalu mengikuti seorang pria yang sudah berjalan lebih dulu.

Video viral itu dikirim oleh seorang perempuan asal Deli Serdang, Sumatera Utara, Nurul Ismi (30).

Ia menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi di depan rumahnya pada Selasa (20/4/2021) lalu.

Nurul menduga, bocah manusia silver itu berusia 6 tahun.

Bocah tersebut ternyata juga bekerja bersama sang adik yang berusia sekira 3 tahun.

Dirinya membenarkan, bocah manusia silver itu menangis dan diduga dipaksa bekerja oleh ayahnya.

“Adik ini memang dalam kondisi menangis sepa**ang jalan.”

“Ayahnya menggiring anak tersebut sambil jalan minta-minta,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (21/4/2021).

Nurul mengaku langsung keluar rumah saat mendengar suara tangisan bocah manusia silver tersebut.

“Awalnya saya di depan rumah, terdengar suara anak menangis dan suaranya keras.”

“Jadi saya keluar bersama adik saya, saya suruh adik saya untuk merekam video,” kata dia.

Menurutnya, bocah yang menangis dan adiknya sudah tiga kali mendatangi daerahnya.

Mereka pernah langsung masuk ke dalam rumah Nurul untuk meminta uang.

“Ini sudah ada tiga kali. Dia dan adiknya tiba-tiba masuk saja ke rumah saya sambil sodorkan tangan minta uang. Jadinya saya mengingat mereka,” beber Nurul.

Ia menambahkan, para warga kasihan saat melihat bocah manusia silver menangis di pinggir jalan.

“Reaksi warga paling cuma bilang kasihan,” imbuh dia.