6 KB Alami untuk Cegah Kehamilan, Pertimbangkan Kelebihan & Kekurangannya

Banyak Bunda merasa tidak cocok dengan alat KB yang beredar di pasaran dengan berbagai alasan. Bunda juga merasa hal yang sama?

Bunda bisa mencoba KB alami untuk mengontrol kehamilan lho. Layaknya memilih asupan organik, beberapa pasangan suami istri memang memutuskan untuk menggunakan alat KB alami. Sehingga terhindar dari efek samping di masa depannya.

"Beberapa di antaranya ingin menghindari potensi efek samping," ujar Danielle Johnson, seorang obgyn di Easton, Penn, seperti dikutip dari laman Parents.

Dengan cara KB alami, tentunya baik Ayah dan Bunda akan memegang kendali sepenuhnya dan tidak harus bergantung pada resep atau perjalanan ke dokter untuk melakukan kontrol secara rutin

Mengenai cara KB alami sendiri, ada berbagai metode yang bisa Bunda dan Ayah coba. Mulai dari tidak melakukan hubungan seks selama waktu-waktu tertentu dalam sebulan, hingga mengonsumsi ramuan tertentu sebelum atau sesudah berhubungan seks. 

"Beberapa orang mungkin mengatakan cara KB alami ialah metode apa pun yang tidak termasuk penggunaan hormon sintetis," tambahnya.

Melansir dari WebMD, cara KB alami memang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum dilakukan. Bunda dan Ayah perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya sehingga fungsi perlindungan agar mencegah kehamilan dapat berjalan maksimal.

Ingatlah bahwa baik Ayah dan Bunda harus turut serta berpartisipasi dalam menjalaninya. Karena, metode ini tidak akan berfungsi kecuali Bunda dan Ayah saling berkomitmen. 

Beberapa cara KB alami yang bisa dijadikan pilihan di antaranya sebagai berikut ya, Bunda:

1. Kesadaran Kesuburan

Metode ini didasarkan pada tubuh sendiri tanpa alat dan tanpa obat-obatan. Catat dan ingat masa subur ya, Bunda. Banyak yang menyebut cara ini sebagai KB kalender.

Ide dasarnya yakni memprediksi hari mana dalam sebulan kemungkinan besar Bunda akan hamil. Bunda bersama Ayah harus melewatkan seks pada hari-hari itu.

Kelihatannya terdengar sederhana ya, Bunda. Tetapi, tidaklah mudah untuk menentukan hari subur itu. Jika pola menstruasi Bunda tidak teratur, maka lebih baik Bunda mencari strategi yang berbeda.

2. Metode Irama

Strategi ini membutuhkan beberapa upaya ekstra dan itu tidaklah sederhana. Pertama, Bunda perlu mencatat periode haid selama 6-12 bulan sebelum memulainya. Kemudian, Bunda dapat menggunakan informasi tersebut dan mengetahui kapan biasanya masa subur Bunda.

Bunda dapat menggunakan rumus kurangi 18 dari jumlah hari dalam siklus haid terpendek. Kemudian, hitung berapa hari setelah Bunda mulai menstruasi. Itulah hari subur pertama Bunda.

Lalu, kurangi 11 dari jumlah hari dalam siklus terpanjang Bunda. Hitung berapa hari dari awal menstruasi Bunda. Itulah hari subur terakhir Bunda. Nah, sebaiknya jangan berhubungan seks pada atau di antara hari-hari subur pertama dan terakhir.

Bunda dapat menggunakan bantuan lewat aplikasi. Tetapi, agar metode ini berfungsi, Bunda harus pandai melacak meski sulit melakukannya. Tetapi, mungkin bisa sulit dilakukan karena biasanya siklusnya sedikit berbeda. Kondisi medis seperti penyakit tiroid, gangguan makan, penurunan atau penambahan berat badan berlebihan dapat menyebabkan siklus jadi tak teratur.

3. Standard Days Method (SDM)

Metode ini mirip seperti metode ritme tetapi lebih sederhana. Metode ini menetapkan hari yang sama (hari 8 sampai 19) sebagai waktu subur untuk semua orang sehingga lebih mudah digunakan.

Bunda dapat menggunakan aplikasi, kalender, atau kumpulan manik-manik berkode warna untuk melacak posisi waktu subur dalam siklus Bunda. 

4. Metode lendir serviks

Metode ini melibatkan pemeriksaan lendir dari leher rahim pada titik tertentu dalam siklus bulanan Bunda. Tepat setelah menstruasi, jumlahnya sangatlah sedikit. Saat Bunda berovulasi, bisa jadi ada banyak jumlahnya. Bunda juga dapat melihat perubahan tekstur atau warnanya sepanjang siklus Bunda. Semua petunjuk ini dapat membantu Bunda mengetahui kapan Bunda berovulasi.

Lendir serviks di masa subur bisa terlihat bening, licin, atau kental seperti putih telur. Bunda dapat menggunakan tisu atau jari untuk memeriksanya beberapa kali sehari. Yang terbaik ialah menyimpan grafik sehingga Bunda dapat melihat pola lendir serviks dari satu siklus ke siklus lainnya dan kemudian tahu kapan harus melewatkan seks.

5. Metode suhu basal tubuh

Cara lain mengetahui kapan waktu subur Bunda ialah dengan membuat grafik harian suhu tubuh. Bunda dapat menggunakan alat termometer suhu basal tubuh pada waktu yang sama setiap hari.

Saat Bunda berovulasi, suhu tubuh biasanya naik hampir 1 derajat. Perhatikan juga gejala lain yang mungkin Bunda alami di antaranya nyeri payudara, sakit punggung, atau kembung.

6. Metode penarikan

Salah satu cara menghindari kehamilan ialah dengan tidak memberikan kesempatan sperma bertemu sel telur. Saat Bunda menggunakan metode ini, yang disebut "menarik keluar" pasangan akan menarik penisnya keluar dari vagina sebelum mereka ejakulasi. 

Tentunya metode ini butuh banyak pengendalian diri. Karena itu tidak selalu terjadi, ada peluang 22 persen untuk hamil jika Bunda menggunakan metode ini. 

Nah, itulah beberapa cara KB alami yang bisa Bunda coba ya. Semoga informasinya membantu, Bunda.