Dipaksa Nikahi Laki-laki Pilihan Orang Tua, Wanita Muda di Sulbar Tak Sudi Tubuhnya Dijamah selama 4 Tahun dan Pilih Kabur

Perjodohan memang tidak selalu berjalan mulus.

Seperti yang dialami oleh wanita muda asal Luaor, Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Seperti yang diberitakan Tribun Sulbar sebelumnya, wanita bernama Sandra (23) awalnya dikabarkan hilang.

Namun ternyata, dia kabur.

Sandra meninggalkan rumah dan suaminya tanpa memberikan kabar ke orangtuanya.

Sebab, Sandra ingin cerai lantaran pernikahannya dengan sang suami atas perjodohan orangtua.

“Sandra meninggalkan suaminya, dan saat ini orang tuanya sakit memikirkannya,” kata kakak ipar Sandra, Igo Ilham melalui via telepon, Rabu (12/1/2022).

Menurut Ilham, selama empat tahun menjalin hubungan dengan suaminya, Sandra belum bisa menerima perjodohan itu.

“Memang, Sandra dan suaminya menikah sudah empat tahun lalu, tapi dijodohkan,” terang Ilham.

Bahkan, Sandra belum pernah memberikan nafkah batin ke suaminya karena memang tidak menginginkan perjodohan itu.

“Menurut ceritanya, Sandra belum pernah bersentuhan dengan suami yang dijodohkan dengannya itu,” sebutnya.

Dan yang mengagetkan, seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, adalah respon suami wanita muda ini.

“Tapi dengan kesabaran yang begitu Basar dari suaminya ini, dia masih bertahan dengan sikap Sandra,” sambungnya.

Sandra sendiri sudah 10 hari tidak diketahi keberadaannya.

Informasi terakhir terkait keberadaan Sd, kata Igo Ilham, warga pernah melihat di Indomaret Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Majene Sulbar, bersama seorang pria.

“Jadi, kayaknya posisi Sandra saat ini masih di Majene,” katanya.

Namun, kata Igo Ilham, saat ini pihak keluarga melakukan pencarian di sekitar wilayah Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Majene Sulbar, namun Sandra belum ditemukan.

“Kami masih mencari Sd bersama keluarga,” tutupnya.