Pasutri Muda Enggan Kredit, Pilih Bangun Rumah dengan Dana Terbatas, Kecil Tapi Isinya Buat Kagum

Belakangan jadi sorotan pengalaman pasangan muda Malaysia membangun rumah impian mereka yang sederhana.

Pasangan suami istri itu adalah Siti Khalijah Anuar (25) dan Muhammad Muslim Bokari (27).

Mereka memilih membangun rumah mungil berukuran 300 kaki perseg di Alor Gajah, Melaka.

Uniknya mereka terhitung irit dalam membangun rumah.

Bagaimana tidak? Siti dan Muslim hanya menghabiskan biaya RM60,000 atau Rp 200 jutaan rupiah, termasuk upah tukang dan perabotan.

Kisah mereka itu lantas dibagikan di channel YouTube dan menuai reaksi positif warganet.

Siti Khalijah berkata, untuk memiliki rumah pertama, mereka lebih mengutamakan kebutuhan ketimbang jeratan utang.

Rumah kecil milik pasangan muda Malaysia ini viral

Rumah kecil milik pasangan muda Malaysia ini viral (Harian Metro)

Dari awal pernikahan, mereka sudah merencanakan untuk memiliki aset dan investasi.

“Kami memiliki pengalaman menghadapi tagihan bulanan yang besar ketika harus membayar sewa yang tinggi dan sebagainya sehingga sulit untuk memiliki aset dan investasi.

“Jadi, dengan membangun rumah kita sendiri walaupun kecil, kita tidak perlu membayar utang bulanan dan lebih mungkin untuk menyalurkan pendapatan sebanyak-banyaknya ke arah aset dan investasi,” kata Siti, dikutip TribunSolo.com dari Harian Metro.

Menurut dia, mereka terinspirasi dari mentalitas masyarakat di Australia dan Selandia Baru bahwa rumah tidak harus besar, lebih penting diisi dengan keserasian sekaligus yang penting nyaman.

Kebanyakan rumah di luar negerti juga memperhatikan sisi ergonomis.

“Pengalaman menyewa dua rumah di Johor juga mendorong kami untuk membangun rumah berukuran kecil sendiri.

“Karena tinggal kita berdua saja, kita hanya butuh kamar dan ruang tamu. Ruang tamu digabung dengan dapur seluas 150 kaki persegi sedangkan kamar mandi 50 kaki persegi,” katanya.

Lantas bagaimana soal keterbatasan gerak di dalam rumah?

Menurut Siti, keterbatasan ruang tidak menjadi masalah karena mereka memilih menaruh barang yang benar-benar penting di dalam rumah.

“Kalau rumahnya luas tapi diisi dengan barang-barang yang tidak perlu juga percuma.

"Kami banyak menggunakan ruang dinding sebagai penyimpanan. Selain itu, kami juga menggunakan 'loft bed' di kamar tidur untuk menambah ruang kerja di bawah tempat tidur," katanya.

Menariknya lagi, mereka berdua membangun rumah di lokasi strategis dengan banyak pepohonan di sekitar.

Sehingga mereka bisa mendapat kualitas udara cukup baik dan mudah menjangkau jalan raya atau sekadar mini market.

Soal proses pembangunan rumah, kata Siti cukup mudah.

Bagian dalam rumah mungil ini buat kagum

Ia awalnya membeli tanah, lalu beberapa waktu kemudian membangun rumah di atas tanahnya itu.

“Kita tinggal menyiapkan denah rumah dan mencari pembangun rumah untuk membangun rumah ini," ungkap dia.

Awalnya rumah itu digadang-gadang bisa selesai dalam 2 minggu.

Namun harus molor karena pengurusan dokumen agar sah oleh pihak berwenang.

Memiliki rumah kecil, Siti dan suami juga sudah berpikir bagaimana bila anak mereka kelak lahir di dunia.

Menanggapi pertanyaan itu, Siti menyebut bila mungkin ia akan membangun rumah lebih besar lagi bila memiliki uang.

Rumah kecil ini hanyalah investasi.

“Kami tidak berpikiran pendek. Rumah kecil yang kami tempati tidak untuk ditinggali sampai tua dan ini baru awal dari kehidupan pernikahan kami.

“Jika kita diberi rezeki di tempat lain, kita juga akan terus mengupgrade hidup kita dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Ia lantas berpesan kepada anak muda yang baru menikah, belajarlah mengatur keuangan dengan baik.

“Prioritaskan kebutuhan di atas keinginan dan kurangi beban utang semaksimal mungkin sehingga kita bisa lebih fokus membangun aset dan investasi untuk masa depan,” pungkas dia.