Pelajaran untuk Orangtua! Seorang Tentara Angkatan Darat Terkejut Saat Mengetahui Putranya Sudah Tak Bernyawa di Kamar, Sang Ayah Ungkap Fakta yang Sesungguhnya

Era teknologi yang semakin maju kali ini memang membuat setiap orang yang menggunakannya jadi terlena.

Bukan hanya media sosial saja, belakangan anak muda juga digandrungi dengan game online.

Bahkan, game online kali ini justru dibuat sebuah permainan yang bisa menghasilkan uang.

Kendati demikian, setiap orang yang melakukan hal tersebut sebaiknya lebih waspada dan lebih tahu waktu.

Belakangan ini sempat tersiar kabar jika game onlinekembali meregang nyawa seorang remaja berusia 17 tahun.

Dia ditemukan tak bernyawa di depan komputernya setelah bermain game tanpa berhenti di kamar.

Dilansir Daily Mail (6/11/2019), remaja asal Udon Thani, Thailand bernama Piyawat Harikun ini sedang dalam masa liburan sekolah semenjak akhir bulan Oktober 2019.

Ia pun kemudian memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain game di komputer miliknya.

Orang tua dari Piyawat Harikun ini mengatakan jika sang anak bermain game semalaman, dari matahari mulai terbit hingga larut malam.

Orang tuanya sudah meminta sang anak untuk berhenti bermain ketika mengantarkan makanan.

Namun, Piyawat tetap menghiraukan dan sudah tak bernyawa.

Ayah Piyawat masuk ke kamar anaknya pada Senin (4/11/2019) sore dan melihat sang anak terjatuh dari kursinya, meringkuk di sisi tempat tidur.

Di meja komputernya, ada banyak kotak makanan dan botol minuman di dekat kakinya.

Sementara itu, headphone-nya diletakkan di atas CPU komputer.

Sang ayah yang merupakan Tentara Angkatan Udara mencoba menyelamatkan anaknya, namun sudah terlambat.

"Saya memanggil namanya dan berteriak 'bangun, bangun,' tapi ia tidak merespon. Saya sadar ia sudah tiada," ujar sang ayah.

Dokter yang memeriksa berkata Piyawat meninggal dunia akibat stroke, yang dokter percaya disebabkan karena bermain game komputer semalaman.

Jaranwit mengakui jika sang anak kecanduan bermain game, lalu ia memperingatkan orang tua lain untuk tidak membiarkan anak-anaknya kebablasan bermain.

"Anak saya ini cerdas, nilainya di sekolah bagus. Tapi ia punya masalah, yaitu kecanduan bermain game. Ia telah meninggal dunia sebelum punya kesempatan untuk mengubah kebiasaannya," lanjutnya.

"Saya ingin kematian anak saya menjadi contoh dan peringatan bagi orangtua yang anaknya juga pecandu game. Orangtua harus lebih tegaspada jam bermain anaknya atau anak mereka akan seperti anak saya," pungkasnya.

Jasad Piyawat kemudian dibawa dari rumah sakit ke kuil Budha terdekat di mana ayahnya menunggu pelaksanaan upacara pemakaman.