Pria di Bandung Nekat Bongkar Makam Karena Curiga Sang Ayah Jadi Tumbal Pesugihan

Sebuah kejadian mengerikan terkait tumbal pesugihan pernah terjadi di Bandung.

Pasalnya, salah seorang pria asal Bandung bernama Emen (nama samaran), nekat membongkar makam ayahnya.

Emen curiga, jika sang ayahnya jadi korban tumbal pesugihan karena kematiannya yang tak wajar.

Penasaran dengan kelanjutannya? Simak kisahnya berikut ini.

Hari itu, rasa sesak memenuhi dada Emen setelah sang ayah yang begitu ia cintai, pergi meninggalkannya.

Emen beserta ibu dan adik-adiknya merasa sangat terpukul.

Terlebih setelah mengetahui, jika sang ayah pergi dengan cara yang tidak wajar.

Bahkan Emen merasa janggal dengan kematian ayahnya tersebut.

“Saya merasa ada yang janggal dengan kematian ayah,” ucap Emen kepada tim MapayBandung.com, Minggu 9 Januari 2022.

Kecurigaan Emen semakin menguat saat bau bangkai menyelimuti seisi rumahnya.

“Malamnya setelah pemakaman, di rumah kecium bau bangkai,” terang Emen.

Pikir Emen, mungkin saja ayahnya menjadi korban tumbal pesugihan.

“Karena kematiannya gak wajar, saya merasa ayah jadi tumbal pesugihan,” tegas Emen.

Ingin memastikan hal tersebut, Emen pun bergegas meminta izin kepada tetua kampung untuk membongkar makam ayahnya.

Emen merasa, jika firasatnya benar terkait tumbal pesugihan, maka jasad sang ayah akan berubah jadi gedebog pisang.

Perlu diketahui, seluruh masyarakat di salah satu kampung di Bandung ini percaya, jika jasad yang meninggal akibat tumbal, akan berubah jadi gedebog pisang.

Termasuk Emen, yang sangat khawatir jika jasad ayahnya pun akan berubah.

Meski permintaan untuk membongkar makam sempat ditolak tetua kampung, namun Emen tetap bersikeras ingin membongkar makam sang ayah.

Singkat cerita, Emen berhasil mendapatkan izin dari tetua kampung untuk membongkar makam ayahnya.

Sambil disaksikan polisi dan seluruh warga, Emen mulai membongkar makan tersebut.

Bau bangkai mulai tercium kembali saat Emen dan warga lainnya mulai menggali tanah kuburan secara perlahan.

“Pas dikit-dikit digali, baunya makin menyengat,” ujar Emen.

Hingga akhirnya cangkul yang Emen ayunkan membentur sebuah papan kayu yang digunakan sebagai penopang jasad.

Betapa kagetnya Emen kala itu dengan apa yang ia temukan.

Ternyata jasad sang ayah masih utuh, tak berubah jadi gedebog pisang seperti yang ia pikirkan.

“Gak berubah, masih jadi jasad ternyata,” ujar Emen.

Emen yang malu dengan kejadian itu, lantas segera meminta maaf kepada seluruh warga termasuk polisi yang telah ia repotkan.

Emen pun berjanji, takkan pernah membuat kegaduhan seperti itu lagi.***