Riwayat ART WN Malaysia Keturunan Indonesia yang Dibunuh Eks Finalis MasterChef

Asisten rumah tangga (ART), Nur Afiah Daeng Damin, yang tewas dibunuh oleh eks finalis MasterChef Malaysia 2012 dan suaminya, dipastikan bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

Dikonfirmasi kumparan, Lurah Ekatiro, Muhammad Syahril, menyatakan bahwa korban tidak masuk dalam daftar warga Kelurahan Ekatiro Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Namun, Nur Afiah merupakan anak dari salah satu warganya bernama Daming.

Afiah dilahirkan di Malaysia saat kedua orangtuanya merantau di negeri jiran. Sehingga, ART tersebut secara otomatis tercatat sebagai warga negara Malaysia.

"Dia (Afiah) warga Malaysia. Ia lahir di sana dan ia pegang tanda pengenal biru, cuma orang tuanya (bapaknya) warga di Kelurahan Kelurahan Ekatiro Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba," terang Syahril, Kamis (6/1).

Nur Afiah merupakan anak Daming dari istri keduanya. Sang ibu merupakan keturunan Jawa Timur. Nur Afiah dilahirkan dan besar di Malaysia. Dulunya, kedua orang tua Nur Afiah juga sempat menjadi tenaga kerja asal Indonesia di negeri jiran tersebut.

Nur Afiah bersama ayahnya sempat pulang ke kampung halaman mereka di Desa Ekatiro, Bontotiro, Bulukumba, setelah ibunya meninggal di Malaysia.

Di Bulukumba, Nur Afiah mengenyam pendidikan SD hingga SMP.

"Pernah lama di kampung bahkan sekolah SMP di kampung. Setelah lulus SMP, Afiah dinikahkan dengan keluarganya sendiri di sini. Dan saya tidak tahu bagaimana proses nikahnya. Karena dia warga negara lain," jelasnya.

Dalam pernikahan itu, Nur Afiah dikaruniai seorang anak laki-laki. Usianya saat ini 10 tahun dan duduk di bangku kelas 4 SD. Anak Nur Afiah tersebut sekarang tinggal bersama kakeknya, Daming, di Bontotiro.

"Nur Afiah kembali (bekerja) ke Malaysia bersama suaminya. Cuma anaknya dititip di kampung dan dirawat oleh kakeknya," imbuh Syahril.

Sebelumnya, Nur Afiah Daeng Damin diduga tewas dibunuh oleh mantan finalis MasterChef Malaysia 2012, Etiqah Siti Noorashikeen Mohd Sulong (33) dan suaminya, Mohammad Ambree Yunos (40).

Jenazah Nur Afiah dimakamkan di Malaysia. Suaminya juga masih berada di sana.

Sementara kedua pelaku ditangkap pada 14 Desember 2021 lalu, satu hari setelah mereka melapor kepada polisi terkait penemuan jasad ART-nya.

Mereka awalnya mengaku menemukan Nur Afiah dalam kondisi tewas tergeletak di lantai apartemen mereka di Amber Tower, Jalan Lintas, Distrik Penampang.

Keduanya kini didakwa dengan Pasal 302 KUHP Malaysia yang mengatur hukuman mati. Dakwaan tersebut dijatuhkan pada Rabu (29/12). Kini keduanya ditahan hingga persidangan selanjutnya, pada 10 Februari 2022.