VIRAL Pengantin Pria Gendong Istri yang Tak Punya Kaki Duduk di Pelaminan, Cinta Tak Pandang Fisik

Wanita asal Malaysia bernama Aidafazira Mohd Alia terlahir dalam kondisi fisik tak sempurna.

Ia memiliki dua kaki berukuran kecil yang merupakan bawaan dari lahir.

Namun Tuhan Maha Adil. Betapa bahagianya ia ketika ditakdirkan bertemu pria berhati malaikat bernama Mohd Faridzal Idris.

Aidafazira (27) dan Mohd Faridzal (28) menikah pada 18 Desember di Masjid Darul Ehsan Taman TAR, Ampang.

Pernikahan mereka viral di media sosial TikTok.

Kini pengantin yang berbahagia itu pun berbagi kisah asmaranya.

Aidafazira yang berprofesi sebagai desainer grafis mengatakan, saat resepsi ia menutupi kaki kanan dan kaki kirinya yang pendek sejak lahir.

Dia mengaku, tangan kanannya juga hanya memiliki empat jari sedangkan tangan kiri (jari tangan kiri) menyatu.

Memiliki kondisi fisik demikian, Aidafazira beberapa kali mengalami kisah pahit.

“Karena kondisi fisik, saya tak mau menjalin asmara. Sebelumnya saya pernah dikecewakan oleh seorang pria yang tidak bisa menerima kekurangan saya.

"Namun akhirnya saya ditakdirkan bertemu suami saya di Facebook (FB) pada September 2011 dan pada awalnya kami hanya berteman tetapi dia meminta nomor telepon saya untuk dihubungi.

"Saya menolak permintaannya karena saya tidak percaya diri dan khawatir dia akan kecewa. Meskipun saat itu saya sudah jujur ​​dengan suami saya tentang situasi dan kekurangan diri sejak awal perkenalan," katanya, dikutip TribunSolo.com dari Harian Metro, Selasa (28/12/2021).

Menurut Aidafazira, saat itu suaminya awalnya tidak percaya dengan apa yang diceritakan hingga Faridzal melihat sendiri saat pertama kali bertemu di sebuah restoran cepat saji di Teluk Intan, Perak pada awal 2012.

Pertemuan itu setelah tiga bulan mereka berkenalan.

“Saat itu saya datang ke restoran ditemani oleh almarhum ibu saya dan setelah pertemuan, saya bertanya kepada suami saya apakah dia ingin terus berteman atau tidak.

“Ini karena saya tidak peduli jika suami saya ingin mengakhiri hubungan karena belum ada perasaan cinta tetapi cukup mengejutkan ketika dia mau menerima saya.

"Saat itu saya masih belum punya harapan tapi rasa cinta muncul setelah melihat tekad dan pengorbanannya yang rela bolak-balik dari Kuala Lumpur ke Perak dengan bus untuk menemui saya," katanya.

Aidafazira mengatakan hubungan mereka direstui oleh kedua belah pihak keluarga.

Ia sangat bersyukur menikah dengan pria yang baik dan bersedia menerimanya.

“Dulu saya berharap untuk tidak menikah sampai kapan pun karena sulit menemukan pasangan yang bisa menerima kekuranga saya.

“Namun, saya pasrah kepada Tuhan karena saya percaya bahwa pernikahan, rezeki, dan kematian, semua sudah tertulis.

“Alhamdulillah, Allah menghadirkan pasangan untuk saya dan kami bertunangan pada 8 Agustus tahun lalu, ketika saya berulang tahun.

“Ada banyak ujian selama fase pertunangan tapi saya bersyukur bisa akad nikah pada tanggal yang direncanakan,” katanya.

Aidafazira juga memotivasi para penyandang disabilitas di luar sana agar tidak menyerah dan yakin dengan rencana Tuhan.

Sementara itu, Mohd Faridzal pun bahagia akhirnya ia bisa menikahi wanita pujaan hatinya.

Ia bersyukur karena kini telah resmi menjadi suami Aidafazira setelah 10 tahun berkenalan.

Faridzal tak menampik, mereka juga sering mengalami hal menyedihkan saat berhubungan.

"Ketika pertama kali bertemu istri, saya sudah memikirkan arah hubungan kami dan meminta restu ibu dan ayah," kata Faridzal.

Beruntung, orangtua dan keluarganya tak pernah mempermasalahkan kekurangan fisik Aidafazira.

"Mereka tidak menghalangi hubungan dan bahkan memberkati hubungan kami. Dan hari demi hari, saya semakin mencintai istri saya.

Saya selalu menyerahkan perkara jodoh kepada Tuhan, sampai dia ditakdirkan untuk menjadi pasangan saya.

Saya menerima dan menganggap ini adalah takdir dan bahkan saya akan berusaha merawat istri dengan baik sampai akhir hayatnya. Bagaimanapun, itu adalah janji saya kepada keluarganya dan almarhumAH ibunya dulu," tutup Faridzal. (*)