CIRI, GEJALA, TANDA Terkena OMICRON Segera Lakukan Ini untuk Penyembuhan, Pengobatannya

Lonjakan Covid-19 varian Omicron sudah melebihi varian Delta di Indonesia. Dari itulah harus waspada dan segera ketahui tanda tanda Omicron, atau ciri ciri dan gejala Omicron.

Selain itu, anda juga harus mengetahui bila anda atau anak anda dan saudara anda terkena Omicron bagaimana cara menyembuhkan dari Omicron tersebut.

Lalu asupan makanan juga ternyata menjadi faktor cara menyembuhkan Omicron, nah apa saja vitamin untuk Omicron supaya minggat.

Ini ada tips  dari DR. Suzy Maria, Sp.PD. mengupas tuntas mengenai cara pengobatan virus Omicron dari mulai gejala, tanda tanda atau ciri ciri terkena Omicron, penyebarannya hingga cara penanggulangan secara sederhana.

Omicron ini datang tidak diundang, tidak dipikirkan dan telah mengganggu stabilitas atau kegiatan masyarakat.

Saat ini memang sedang dalam cuaca yang tidak menentu, kadang hujan, kadang panas. Malah Pagi hujan siangnya panas tapi tiba tiba ujan besar. 

Hal tersebut terjadi di Bandung pada jelang hingga akhir pekan kemarin.

Orang menganggap bahwa memang keadaan itu disebut  musim pancaroba yang tidak menentu, dan sering menimbulkan sakit sakitan di musim seperti ini.

Nah sebenarnya apa yang terjadi di dalam tubuh kita sehingga mudah sakit saat musim pancaroba.

dr. Ekles Senduk, DR. Suzy Maria, Sp.PD menuturkan, pancaroba berarti ada pergantian antara hujan dengan kering.

Disebutkan, bahwa cuaca itu berpengaruh terhadap seluruh sistem di tubuh. Karena sistem tubuh kita ini, kata DR. Suzy Maria,

ada sistem pembuluh darah dan jantung, ada sistem otot dan sendi serta tulang.

"Juga ada sistem imun. Misalnya suhu dingin penyakit rematik nya kambuh, sebenarnya itu ada hubungannya," ucap DR. Suzy Maria.

Kalau terkait dengan Omicron, tambahnya, ini kan penyakit infeksi secara menyeluruh. Ternyata kalau suhu dingin itu menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang ada di saluran napas memang menurun fungsinya.

"Jadi cenderung lebih mudah sakit, selain itu saluran napas yang lebih bawah di dalam paru-paru cenderung menyempit," ucap DR. Suzy Maria.

Jika musim dingin udara makin menyempit sehingga, tambahnya, orang cenderung lebih berat dan saat bernapas akan terasa berat pula.

Kemudian, lanjutnya virus disebarkan melalui hewan, misalnya dengki DBD, virusnya dibawa oleh nyamuk.

"Nah nyamuk itu perkembang biakannya sedang tinggi-tingginya disaat hujan panas, hujan panas," ucapnya lagi.

Selain itu, kata DR. Suzy Maria, tentunya terkait dengan sekarang lagi pandemi apa. "Paling sering kan saluran nafas, gejala batuk pilek dan sekarang Covid-19 yang belum berkesudahan," imbuhnya lagi.

Berkaitan dengan musim pancaroba, ini keterkaitan dengan Omicron orang sering diagnosa antara flu sama omicron.

Dan mereka bingung karena memang gejalanya hampir sama. Apa benar seperti itu.

DR. Suzy Maria menuturkan, sebenarnya kalau kita nyebut flu, itu belum tentu flu.

"Kalau flu adalah penyakit karena virus influenza sedangkan yang menyebabkan infeksi saluran nafas itu ada banyak sekali virus, bisa ratusan 100-an jenis virus," ucap DR. Suzy Maria.

Memang kalau diikuti, tambahnya, ternyata Covid-19 varian Omicron ini, gejalanya lebih ringan sehingga orang lebih menganggapnya flu biasa.

"Badanya terasa tidak enak, demam tidak terlalu dominan bahkan yang lebih banyak dirasakannya adalah sakit kepala dengan saluran pernapasan di tenggorokan," tuturnya lagi.

"Badanya terasa tidak enak, demam tidak terlalu dominan bahkan yang lebih banyak dirasakannya adalah sakit kepala dengan saluran pernapasan di tenggorokan," tuturnya lagi.

Tapi walaupun begitu, kata DR. Suzy Maria, sebenarnya tidak berbeda jauh gejala Omicron ini dengan covid yang awal-awal atau yang sebelumnya.

"Gejalanya ada di demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan bisa sampai sesak," tuturnya.

Ternyata gejala Omicron cenderung lebih ringan membuat sebagian masyarakat lengah dan mengabaikan dalam menjaga protokol kesehatan.

"Dan virus jenis ini nyata dan ada di dekat kita. Serta banyak sekali orang yang tidak punya gejala tapi bisa menularkan ke orang-orang yang rentan," ucapnnya lagi.***