Momen Haru Anggota Brimob Peluk Bocah Menangis Tagih Janji Mamanya Korban Tewas Bentrokan Sorong

Bentrokan di Kota Sorong, Papua Barat, dan pembakaran gedung tempat hiburan malam Double O pada Senin (24/1/2022) lalu menyisakan duka mendalam pada keluarga. Seorang bocah menangis mencari ibunya Afiffah Mahesa Nuraini yang menjadi salah satu korban tewas, Rabu (1/2/2022).

Bocah itu datang ke TKP bersama keluarganya untuk melihat tempat kerja korban, klub malam Double O. Dari pantauan MPI, mereka masuk membersihkan kamar dan mengambil barang-barang milik korban yang masih tersisa di mes karyawan.

Momen memilukan terjadi saat putra korban didampingi keluarganya terus menangis mencari ibundanya yang telah tiada. Dia memanggil-manggil korban. Sambil berurai air mata, bocah berusia 10 tahun itu menagih janji mamanya untuk mengambil raport sekolahnya. Dia juga berkali-kali menagih janji mamanya untuk mengajak liburan ke Papua. 

“Mama ke mana, mama ayo, karena mama sudah janji ajak aku ke Papua. Mama, aku ada di Papua,” kata putra korban.

“Ma, Papua besar sekali ya. Ma, di sini indah pemandangannya. Aku lihat dari atas pesawat. Mama ayo jalan-jalan, aku udah datang,” katanya masih terus menangis.

Tangisan bocah berusia 10 tahun ini membuat beberapa anggota polisi yang mendampingi ikut menangis haru. Bahkan, seorang anggota Brimob dari Den B Sorong langsung memeluk putra korban dengan erat dan berusaha untuk menenangkannya. 

Putra Afiffah Mahesa Nuraini datang dari Bandung bersama kerabat ke Sorong. Afiffah Mahesa Nuraini menjadi salah satu dari 18 korban bentrokan maut di Sorong. Sebanyak 17 di antaranya tewas terjebak dalam gedung klub malam Double O yang dibakar massa dan satu pemuda lainnya meninggal karena dianiaya. 

Polisi telah menetapkan 14 tersangka dalam kejadian ini. Polisi juga masih memburu delapan DPO yang diduga kuat sebagai pemicu betrokan maut dan pelaku pembakaran gedung klub malam di Sorong.

Hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup menanti para pelaku yang telah melakukan tindakan pidana berujung kematian 18 orang tak berdosa. 

Hingga hari ini, keluarga korban bentrokan maut dan pembakaran gedung klub malam Double O yang terjadi pada Senin (24/1/2022) pekan kemarin juga masih terus berdatangan ke Kota Sorong. Dari 17 jenazah korban terbakar di dalam gedung night club tersebut, lima orang lainnya telah teridentifikasi. Sementara pihak keluarga masih terus mencari tahu kepastian para korban yang hingga kini belum teridentifikasi.

Keluarga korban juga berkesempatan mendatangi TKP untuk memanjatkan doa bagi para korban. Mereka juga mengambil barang-barang sisa milik korban yang masih tertinggal di mes karyawan.