WASPADA 10 UCAPAN NEGATIF Orang Tua Pada Anak, Bikin Sakit Jiwa dan Dosa Orang Tua Kata SYEKH ALI JABER

Sebagai orang tua yang mengharapkan doa anak soleh sebaiknya memperhatikan kalimat ucapan negatif berikut ini kata Syekh Ali Jaber.

Entah ucapan negatif yang mana ketika terlanjur terucap kepada anak akan menjadi dosa orang tua pada anak.

Bahkan salah satu ucapan negatif ini dapat menjadikan anak sakit jiwa karena terguncang namun memendam dengan ucapan ini.

Syekh Ali Jaber sangat menekankan hal ini pada orang tua jika mengharapkan doa anak yang soleh.

Lantas apa ucapan orang tua pada anak yang bisa menjadi dosa orang tua pada anak?

Dikutip DeskJabar.com dari YouTube Syekh Ali Jaber pada 14 Oktober 2020 dengan judul ‘SIMAK... AGAR TAK JADI ORANG TUA DURHAKA KEPADA ANAK’ berikut ini 10 ucapan negatif yang berbahaya bila diucapkan pada anak :

1.Selalu membanding-bandingkan

Ucapan negatif orang tua pada anak yang berbahaya, pertama adalah membanding-bandingkan anak.

"Selalu membandingkan dengan orang lain. 'Ini lihat anak itu luar biasa'. Itu bahaya. Itu akibatkan kecil hati lalu benci pada orang itu," tutur Syekh Ali Jaber.

Misalnya : 'Kenapa kamu nakal banget, sih? Lihat tuh si Arman teman kamu, tenang dan nggak nakal!’

2. Cinta dengan syarat, meski pun itu perintah anak untuk sholat

Maksud orang tua ingin mendidik ilmu agama, namun caranya salah. Ucapan dosa orang tua pada anak tanpa disadari sangat berbahaya.

Tanpa sadar orang tua mengucapkan ucapan negatif orang tua pada anak.

Misalnya : ‘Bunda cinta kamu kalau kamu sholat’ atau ‘Ayah cinta kamu kalo kamu nurut’.

"Seolah-olah kita tunjukan kalau ibu cinta kalau anak diam dan sholat. Itu cinta dengan syarat. Kalau mau cinta ya cinta, nggak usah pakai syarat. Cinta yang wajar dan wajib bagi kita ke anak. Kalau kita tidak tunjukan cinta, dia lama-lama cari orang lain yang memberi perhatian," tuturnya.

3. Memberikan informasi yang salah, terutama orang tua kepada anak laki-laki

Banyak orang tua memberikan informasi yang salah seperti anak laki-laki tidak boleh menangis.

Ucapan dosa orang tua pada anak ini tentu bahaya.

"Eh laki-laki enggak boleh nangis. Siapa bilang? Bapak-bapak nangis enggak? Nangis kan? Salah kita berkata begitu. Biarin dia nangis, kalau dia nangis, ayo nangis lagi sayang. Itu akibatkan apa? Sakit jiwa. Karena dia tahan jadi beban lama-lama sakit jiwa," jelas Syekh Ali Jaber.

4. Memberikan informasi palsu dengan ancaman

Jangankan pada anak, menyampaikan informasi palsu saja sudah termasuk dosa besar. Apalagi bila diucapkan pada anak.

Ucapan dosa orang tua pada anak tentu berbahaya bagi tumbuh kembang anak.

Misalnya : 'Kalo kamu ga makan nanti ada hantu' 'Kalo kamu ga tidur, nanti Bunda pukul'

"Ini lebih bahaya, kita selalu memberi ancaman. Ayo makan habisin, kalau enggak datang hantu. Mau tidur enggak, kalau nggak tidur datang hantu. Itu niat kita supaya cepat tidur tapi akibatkan hal tidak bagus di perasaannya. Padahal anak dari usia 2-6 tahun dia mampu kuasai 7 bahasa, kalau diberi sisi psikis yang baik. Kenapa kita sia-siakan kesempatan ini yang luar biasa?" tegas Syekh Ali Jaber.

Informasi seperti itu membuat anak jadi sakit jiwa. Karena setiap akan akan mengeluarkan kesedihannya dengan menangis, dia menahannya akibat info yang salah tadi.

“Ini bisa menjadi beban yang merusak jiwa anak,” ucap Syekh Ali Jaber menambahkan.

5. Melarang Anak tanpa Sebab

Hati hati ketika melarang anak, bisa bisa menjadi dosa orang tua terhadap anak.

Misalnya : 'Jangan nonton TV terus. Pergi tidur sekarang' 'Jangan main HP, pergi mengaji sekarang'

"Selalu larang anak berlaku sesuatu tanpa sebab. Artinya tanpa jelaskan kenapa. Dia minta sesuatu, tidak ada, tidak boleh," ungkap Syekh Ali Jaber.

6. Mendoakan yang buruk pada anak

Misalnya : 'Bapak doakan kamu kecelakaan besok'

'Engga nurut orang tua? Bapak doakan besok kamu tertabrak'

"Kita berdoa pada anak doa yang buruk saking kesal perasaan kita. Dia keluar dari rumah lalu kita doakan mudah-mudahan kamu celaka. Rasul melarang orang tua mendoakan hal buruk. Biarpun orangtua sakit hati, begitu mendoakan celaka, terjadi kecelakaan itu? pasti dia menyesal dan sedih. Kalau tidak bisa mendoakan baik, lebih baik diam," tegas Syekh Ali Jaber.

7. 'Kamu anak durhaka, ga nurut sama orang tua, dosa' menghina anak

Janganlah melampiaskan kemarahan orang tua kepada anak dengan cara menghinanya, sebab anak bisa mati rasa.

Ucapan dosa orang tua pada anak ini sangat berbahaya.

8. Membongkar aib anak di depan orang lain

Orang tua yang baik tentu mengetahui membongkar aib anak di depan orang lain berdampak bagi pengembangan harga diri anaknya.

Jangan sekali-kali membongkar aib anak dihadapan orang lain. Hal tersebut bisa menyebabkan sang anak sakit hati.

Ucapan dosa orang tua pada anak ini dapat menurunkan harga diri anak.

9. Menghancurkan kepercayaan diri anak

Dosa ucapan orang tua pada anak lainnya adalah menghancurkan kepercayaan diri anak.

Misalnya : ‘Ibu benci tanggal kelahiranmu’ ‘Kamu anak bodoh selamanya’

10. Mencaci maki anak

Ini sangat bahaya apalagi kalau orang tua sedang dalam keadaan emosi.

Misalnya : 'kamu anak enggak berguna' ‘kamu anak tidak tau diuntung'

'kamu anak durhaka, sana masuk ke neraka'

"Kalau lagi emosi jauh daripada anak. Jangan jadikan anak korban," saran Syekh Ali Jaber.

Itulah ucapan dosa orang tua pada anak kata Syekh Ali Jaber. Segera bertaubat kepada Allah SWT jika orang tua terlanjur mengucapkan hal di atas.

Jika tidak bisa mengungkapkan ucapan yang baik, lebih baik diam. Ketika anak berbuat durhaka pada orang tua jangan dulu dimarahi apalagi sampai dicaci maki.

Ada baiknya kita instrospeksi diri seraya memohon ampun dan perlindungan dari Allah SWT.

Sebab, jika ucapan negatif dosa orang tua itu terus terjadi hinnga dewasa anak bisa menjadi pribadi yang durhaka baik pada diri, orang tua, keluarga atau lingkungannya.***